News Flash :

Windows 7 Bakal Dongkrak Penjualan PC?
Sistem operasi Windows 7 akan segera digeber 22 Oktober mendatang. Banyak produsen PC yang berharap kehadiran sistem operasi terbaru Microsoft tersebut akan mampu mendongkrak penjualan PC.

Google Translate

English Chinese (Simplified) Chinese (Traditional) Dutch French German Greek Hindi Italian Japanese Korean Norwegian Polish Portuguese Romanian Russian Spanish Swedish Filipino Indonesian Vietnamese Thai Persian Africaans Malay Swahili Irish

ICT CENTER TIME

K A L E N D E R

May 2012
S M T W T F S
29 30 1 2 3 4 5
6 7 8 9 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30 31 1 2

SELAMAT DATANG di ICT Center

SMK Negeri 3 Palangka Raya


Di era dunia tanpa batas (global) saat ini yang menuntut tidak adanya pembatasan antar negara dalam berkompetisi di setiap lini. Tantangan meraih masa depan bangsa semakin kompleks.

Pemanfaatan Teknologi Informasi (TI) secara optimal adalah solusi untuk menghadapinya, sebab Teknologi Informasi (TI) merupakan salah satu sumber daya yang apabila pengelolaannya maksimal mampu mempersempit kesenjangan informasi yang ada.

Harapan ke depan dengan diluncurkannya situs SMKN 3 Pahandut - Palangka Raya ini walau dengan segala kekurangannya mampu mengakomodir kepentingan bersama baik bagi pihak internal sekolah maupun pihak lain (Orang tua siswa, komite sekolah, dunia kerja, pemerintah, alumni, LSM, simpatisan/donatur).

Mari kita bangun SMK Negeri 3 Pahandut - Palangka Raya sebagai sekolah yang bermutu demi tercapainya Visi dan Misi Pembangunan Daerah untuk mengangkat dan mengharumkan Citra Bangsa di Mata Dunia.

Hormat Saya,

Kepala SMK Negeri 3 Palangka Raya

 

R I N A S A R I, S.Pd

Last Updated on Saturday, 17 October 2009 08:25
 
Solusi Masalah Harddisk 2: Windows Rusak Parah

Kasus seputar harddisk yang sering terjadi adalah Windows di dalam harddisk tersebut rusak parah sehingga kita tidak bisa masuk ke dalamnya. Pada kasus seperti ini, satu-satunya solusi adalah melakukan instalasi ulang Windows. Masalahnya, sering kali di dalam harddisk atau partisi berisi Windows tersebut masih terdapat berbagai file penting yang harus diselamatkan. Lalu, bagaimana mengambilnya?

Gunakan aplikasi yang bootable dan bisa menjelajah (browse) file di harddisk yang bermasalah tersebut. Lagi-lagi, Anda bisa menggunakan Rescue Disk 9.0 Express yang kami bahas di bagian pertama artikel bersambung ini. Penggunaannya sangat mudah, Anda cukup mengikuti wisaya (wizard) dari menu File Transfer Wizard. Sayangnya, versi gratisan ini tidak bisa memindahkan file-file tersebut ke CD/DVD. Jadi, Anda harus menyalin file-file tersebut ke flashdisk atau harddisk eksternal.

Namun Rescue Disk Express cuma bisa bekerja dari CD. Jika Anda lebih memilih proses dari flashdisk, gunakan sistem operasi Linux portabel yang bisa booting melalui flashdisk (live-USB). Hampir semua distro Linux memiliki versi portabel, namun perlu dicatat kalau proses mounting (pengenalan isi harddisk) sering kali harus dilakukan secara manual. Karena itu kami menyarankan penggunaan distro Puppy Linux karena distro ini melakukan proses mounting secara otomatis. Ukuran Puppy Linux juga cuma 100MB, sehingga muat di flashdisk ukuran kecil sekalipun.

Aplikasi Rescue Disk 9.0 Express dapat di-donwload secara gratis di sini (46MB), sementara Puppy Linux bisa Anda dapatkan di sini (100MB). Jika tidak ingin repot men-download, kedua aplikasi tersebut tersedia di DVD InfoKomputer edisi Juni 2009.

 
Solusi Masalah Harddisk 1: Mengatasi MBR Rusak

Di dalam harddisk, ada sebuah file yang disebut MBR (Master Boot Record). File ini berada di byte pertama dan sektor pertama harddisk; pokoknya benar-benar pertama. Maklum, MBR inilah yang menjadi penanda keberadaan harddisk. Jika dianalogikan, MBR ini seperti peta yang menuntun BIOS menemukan harddisk.

Namun berbagai hal bisa menyebabkan MBR tersebut rusak, seperti terkena virus atau terformat tidak sengaja. Jika itu terjadi, sistem operasi pun kehilangan penunjuk jalan yang ditandai dengan munculnya pesan Operating System not found atau missing operating system di layar.

Solusi dari masalah ini adalah dengan mengembalikan file MBR tersebut. Cara paling umum dilakukan adalah melakukan proses recovery dari CD Windows. Caranya, booting ke CD Windows, lalu pilih Repair (dengan menekan tombol R) dan masuk ke Recovery Console. Setelah itu, ketikkan perintah fixmbr untuk mengembalikan file MBR tersebut.

Untuk Windows Vista, konsepnya sama meski prosedurnya sedikit berbeda. Pertama, booting ke DVD Windows Vista, lalu pilih Repair Your Computer. Ketika System Recovery Options muncul, pilih Command Prompt. Setelah muncul jendela Command Prompt, ketik bootrec.exe dan tekan Enter.

Jika CD Windows sudah hilang entah kemana, Anda bisa menggunakan aplikasi dari Rescue Kit 9.0 Express buatan Paragon. Ini adalah aplikasi gratisan yang memiliki fungsi beragam, termasuk mengembalikan MBR. Aplikasi ini bersifat bootable, artinya bisa di-burn ke CD dan menjadi sumber proses booting. Ketika sistem menunjukkan gejala kehilangan MBR, yang harus Anda lakukan adalah booting ke CD berisi Rescue Kit ini. Setelah itu, pilih menu Boot Corrector, ikuti prosedur yang telah ditentukan, dan kasus kehilangan MBR seharusnya telah teratasi.

Rescue Kit 9.0 Express bisa di-download secara gratis di sini  (46MB) atau bisa Anda dapatkan di DVD InfoKomputer edisi Juni 2009.

 
Perlukah Mengupdate BIOS VGA?

Pada komponen komputer, tidak cuma motherboard saja yang bisa di-update BIOS-nya. Salah satu komponen lain pada PC yang BIOS-nya bisa di update adalah VGA. Disamping itu ada perangkat drive optik seperti CD writer atau DVD-ROM/RW yang juga bisa di-update firmware-nya.


Memang tidak sesering BIOS untuk motherboard, produsen perangkat kartu grafis cukup jarang meluncurkan update untuk versi BIOS yang digunakan pada produknya. Kenapa? Tidak seperti pada motherboard, perbaikan pada BIOS kartu grafis biasanya hanya disediakan kalau pada suatu jajaran kartu grafis dari produsen yang bersangkutan ternyata memiliki cacat. Bentuknya bisa berupa ketidakstabilan ataupun masalah kompatibilitas.


Sebagai contoh. Beberapa waktu lalu, ada kasus di mana bila dipasangkan dengan motherboard yang menggunakan chipset VIA tertentu, sebuah kartu grafis chip S3 Savage dengan versi BIOS tertentu harus di-update BIOS-nya jika pemiliknya menggunakan sistem operasi Windows 98. Bila tidak dilakukan update BIOS pada VGA tersebut, permasalahan yang timbul adalah munculnya dreaded blue screen.


Namun hal-hal seperti tersebut di atas cukup jarang terjadi. Tidak seperti kebutuhan update BIOS pada motherboard yang lebih sering dibutuhkan. Update BIOS pada motherboard umumnya dilakukan untuk dapat meningkatkan stabilitas ataupun kompatibilitas terhadap perangkat-perangkat keluaran terbaru yang dapat dipasangkan pada motherboard tesebut.


Lalu, bagaimana jadinya kalau VGA yang digunakan adalah VGA onboard? Berhubung fitur grafis pada VGA onboard terintegrasi pada chipset motherboard, update pada BIOS motherboard dapat pula berfungsi sekaligus sebagai update VGA. Kita ambil contoh pada beberapa motherboard yang menggunakan chipset SiS630. Update BIOS yang dilakukan pada beberapa motherboard jenis ini, selain berfungsi untuk memperbaiki tingkat kompatibilitas pada prosesor ataupun media penyimpanan, update BIOS seri tertentu juga memberikan perbaikan terhadap grafis terintegrasinya.


Bagaimana Caranya?


Apakah Anda yakin Anda butuh untuk meng-update BIOS VGA Anda? Apakah kartu grafis tersebut bermasalah? Sebelum melakukan update BIOS VGA, yakinkan dulu bahwa permasalahan pada kartu grafis tersebut sudah tidak dapat diatasi oleh driver, software, ataupun setting lainnya seperti pada sistem operasi ataupun dari BIOS motherboard. Tidak juga karena panas yang berlebih pada chip VGA.


Untuk melakukan flash BIOS, minimal Anda membutuhkan software untuk flash BIOS dan tentunya BIOS update-nya. Sebaiknya, cari juga instruksi untuk meng-update BIOS kartu grafis tersebut. Biasanya, semuanya dapat di-download dari situs produsen kartu grafis yang bersangkutan.


Tidak seperti pada kartu grafis model lama, pada kartu grafis keluaran terkini jenis BIOS yang digunakan dapat di-update tanpa perlu mencopot chip BIOS-nya (dapat di-flash). Ini lebih mudah karena Anda tidak perlu memprogram ulang chip BIOS dengan bantuan BIOS/ROM programmer. Berikut ini adalah langkah umum yang dapat digunakan untuk melakukan flash BIOS VGA:


1. Setelah Anda men-download BIOS dan software flash-nya, restart-lah komputer Anda ke mode MS-DOS. Kalau sistem operasi Anda Windows 2000, ME, ataupun XP, gunakan bootable disk untuk memasuki mode MS-DOS.


2. Cari lokasi di mana Anda menyimpan file-file untuk update BIOS tadi. Misalnya di A:\ atau di C:\


3. Setelah Anda masuk ke folder tersebut, jalankan perintah "nvflash f (nama file BIOS)" atau "atiflash -p (nama file BIOS)". Sebagai contoh, kalau nama file BIOS baru tersebut adalah testing.rom dan ada di A:\, perintahnya menjadi A:\nvflash f testing.rom. Atau A:\atiflash -p testing.rom. Ada baiknya Anda backup dulu BIOS yang lama untuk antisipasi. Untuk penjelasannya, biasanya Anda tinggal menambahkan perintah "/?" setelah nvflash atau atiflash.


4. Setelah selesai, boot ulang PC Anda.


Langkah-langkah melakukan update BIOS VGA ini terkadang sedikit berbeda antara satu kartu grafis dengan yang lainnya. Sebaiknya cari petunjuk dari situs produsennya. Yang perlu diingat adalah, melakukan update BIOS pada VGA kurang lebih sama resikonya dengan melakukan update BIOS pada motherboard. Kalau kurang teliti, permasalahan pada VGA bisa semakin parah atau malah rusak total. Tetapi umumnya kegagalan update BIOS VGA dapat diatasi dengan bantuan VGA card lain yang dipasang di motherboard.

 

Satu hal lagi, update BIOS VGA jarang ada hubungannya dengan peningkatan kinerja (kecepatan ataupun kualitas gambar). Kalau yang Anda inginkan adalah peningkatan kinerja seperti itu, yang perlu Anda lakukan adalah update driver chip VGA, bukan update BIOS. Kecuali kalau yang Anda maksud adalah melakukan softmod pada VGA (menukar BIOS standar dengan BIOS kartu grafis lain dengan spek yang lebih tinggi). Untuk softmodding BIOS VGA, akan dibahas pada subject yang berbeda.

Sumber : http://oprekpc.com

 

 

Last Updated on Wednesday, 14 October 2009 09:48
 
Solusi Masalah Harddisk 3: Mengawasi Kesehatan Harddisk

Pada semua harddisk PATA maupun SATA yang ada di pasaran saat ini, sebenarnya sudah tertanam fitur SMART (Self-Monitoring Analysis and Reporting Technology) yang khusus mendeteksi kesehatan harddisk. Di dalam SMART ada sekitar 30 parameter kesehatan harddisk, mulai dari temperatur, spin-out time, sampai seek error rate. Dari data-data inilah bisa disimpulkan apakah harddisk di PC Anda masih sehat atau sudah sakit-sakitan.

 

Untuk membaca data SMART ini, kita membutuhkan aplikasi khusus seperti HD Tunes. Fungsi utama aplikasi ini sebenarnya mengukur kecepatan harddisk, namun bisa untuk membaca informasi SMART juga. HD Tunes akan membaca 15 paramater SMART, dengan 3 jenis hasil, yaitu current, worst, dan threshold. Definisi masing-masing hasil itu adalah:

 

·        Current: Keadaan harddisk Anda sekarang

·        Worst: angka paling kecil yang pernah ditemukan di harddisk generasi sebelumnya

·        Threshold: batas bawah yang menunjukkan harddisk rusak

·        Data: data mentah dari sensor atau counter.

 

 Tips: Kunjungi situs ini untuk mengetahui definisi dari masing-masing parameter.

Last Updated on Wednesday, 14 October 2009 11:29
 
Transfer File AntarKomputer Semudah Membalik Telapak Tangan

ImageSimplify the complexity. Situasinya seperti ini; Anda ingin memindahkan file antar dua sistem komputer menggunakan sistem operasi Windows. Bayangkan Anda harus mencabut HDD Anda dan memasangnya kembali sebagai slave pada sistem komputer Anda yang lain. Bayangkan melakukan tranfer file ratusan megabyte, gigabyte, atau bahkan terabyte data menggunakan cross cable*. Atau mungkin menggunakan bluetooth dan Wi-Fi? Semua solusi diatas bisa saja dilakukan, hanya kurang praktis dan membutuhkan pengetahuan lebih untuk melakukannya.

Belkin, vendor yang lebih dikenal melalui produk input device dan aksesoris notebook menawarkan sebuah solusi untuk mengatasi masalah diatas. Perkenalkan, Belkin Easy Transfer Cable for Windows 7. Berikut quote dari Belkin:

"Designed specifically for the Windows Easy Transfer utility from Microsoft, the Easy Transfer Cable simplifies the transfer process with uninterrupted transfer and a post-migration report that provides comprehensive detail of what was transferred."

Image

Menarik bukan? Colok USB di sistem no. 1 dan USB satunya di sistem no. 2 dan Anda siap melakukan backup, transfer file, dan apapun kegiatan transfer data antar dua sistem yang berbeda. Hardware ini akan lebih terasa manfaatnya apabila Anda berencana melakukan perpindahan file antara PC dan notebook. Penggunaan dua jenis HDD yang berbeda (3.5-inch HDD pada PC dan 2.5-inch pada notebook), membuat proses transfer file dari PC dan notebook membutuhkan extra effort.

Saat ini; dimana eSATA to eSATA atau USB 3.0 Data Transfer Cable belum tersedia, Anda tidak memiliki Bluetooth dan Wi-Fi network (atau Ad Hoc Wi-Fi Network) di rumah Anda - maka Belkin Easy Transfer Cable adalah pilihan terbaik Anda. Belkin memberikan harga sekitar USD40 untuk Easy Transfer Cable for Windows 7, dan akan merilis produk ini pada Q1 2010 untuk pasar Eropa dan Asia.

*Cross cable hanya akan berjalan mengikuti standar terendah dari sebuah bandwidth jaringan. Misal digunakan pada port 10/100Mbps - sebuah cross cable setup hanya akan mentransfer file dengan bandwidth maksimal 10Mbps. Pada gigabit LAN 1Gbps, data transfer akan berjalan pada maksimal 100Mbps.

Source: Chip online

 

Last Updated on Wednesday, 14 October 2009 09:52